Dalam mengembangkan lingkungan belajar digital, multimedia telah menawarkan kesempatan belajar yang lebih kaya dalam rangka memenuhi kebutuhan siswa. Namun, karena pikiran manusia terbatas dalam memproses sejumlah informasi dalam satu waktu (Miller, 1956), multimedia tentu memberikan tantangan yang unik, seperti bagaimana efektifitas dan efisien multimedia terintegrasi dengan materi yang disajikan kepada siswa oleh guru. Banyak peneliti telah berfokus pada multimedia salah satunya Mayer (2001) dalam Cognitive Theory Multimedia Learning (CTML) dan load Cognitif theory (teori beban kognitif) dari Sweller (1999) untuk mengatasi keterbatasan memori manusia dan mempromosikan proses kognitif yang lebih tinggi agar pembelajaran lebih bermakna (Tabbers, Martens, & van Merriënboer, 2004).
CTML Mayer didasarkan pada tiga asumsi proses kognitif pembelajaran (Mayer, 2001) yaitu: (a) Asumsi dual coding untuk visual dan auditory (Paivio, 1986; Sadoski & Paivio, 2001), (b) asumsi kapasitas terbatas (Baddely, 1986; Chandler & Sweller, 1991), dan (c) Asumsi pengolahan aktif untuk melaksanakan satu set proses koordinasi kognitif (Mayer, 2001). Mayer menggambarkan bagaimana multimedia membangun representasi mental dalam arsitektur kognitif pada pelajar (Tabbers, Martens, & van Merriënboer, 2004). Menurutnya pembelajaran yang bermakna terjadi ketika seorang pelajar memilih informasi yang relevan, mengatur informasinya itu ke dalam representasi yang koheren, dan informasi itu terintegrasi dengan pengetahuan sebelumnya.
Teori beban kognitif memilki ssumsi dasar bahwa arsitektur kognitif terdiri dari beberapa memori, termasuk memori kerja yang terbatas dan memori jangka panjang yang luas. Menurut Schnotz dan Kurschner (2007), keterbatasan memori kerja hilang ketika berhadapan dengan informasi dari memori jangka panjang, di mana informasi ini disusun dalam unit-unit yang lebih tinggi yang disebut skema kognitif. Namun, Sweller memperingatkan keterbatasan memori kerja manusia dalam beban memori berlebihan dapat disebabkan oleh penyajian elemen yang terlalu banyak (Mayer & Moreno, 2002). Dalam banyak jenis instruksi multimedia, diperlukan integrasi informasi dari saluran yang berbeda, sehinggga menyebabkan beban kognitif tidak semakin tinggi (Tabbers, 2002).
Mayer dan rekannya menunjukkan tujuh efek desain multimedia dasar yang telah diuji secara empiris berdasaran prinsip-prinsip desain multimedia dasar (disebut sebagai multimedia efek desain) yangberguna dalam merancang presentasi multimedia (Mayer, 2001, hal 184). Tujuh prisnip ini meliputi:
- Siswa belajar lebih baik dari kata-kata dan gambar daripada kata-kata saja (multimedia principle)
- Siswa belajar lebih baik ketika kesesuaian kata-kata yang disampaikan dengan gambar yang disajikan berada lebih dekat daripada jauh dari layar (Spatial contiguity principle),
- Siswa belajar lebih baik ketika kata-kata yang sesuai dan gambar yang disajikan bersamaan daripada berturut-turut (Temporal contiguity Principle),
- Siswa belajar lebih baik ketika kata-kata, gambar, dan suara lebih dikeluarkan (Excluded) daripada dimasukkan (included) (Coherence Principle),
- Siswa belajar lebih baik dari animasi dan narasi daripada dari animasi dan teks pada layar “(Modality Principle),
- Siswa belajar lebih baik dari animasi dan narasi daripada dari animasi, narasi, dan teks pada layar “(Redundancy Principle), dan
- Efek Desain lebih berpengaruh pada peserta didik yang berpengetahuan rendah (low-knolwledge) daripada peserta didik yang berpengtahuan lebih tinggi (high knowledge) dan untuk pelajar yang memilki spasial yang tinggi dari pada spasial yang rendah (Individual difference Principle).
Permasalahan
- Mengapa jarak layar media pembelajaran dengan siswa mempengaruhi Keefektifian media pembelajaran (Spatial contiguity principle)
- Mengapa Media Pembelajaran harus memiliki desain yang menarik?
Prinsip Dasar Multimedia Pembelajaran
Reviewed by Aldi Jonata
on
Maret 31, 2018
Rating:
Reviewed by Aldi Jonata
on
Maret 31, 2018
Rating:

Jawaban untuk nomor 2
BalasHapusMedia adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan minat serta perhatian siswa sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi.
Berdasarkan pengertian diatas media dapat merangsang perhatian siswa sehingga media pembelajaran harus dibuat menarik karena media dapat di asosiasikan sebagai penarik perhatian dan membuat siswa tetap terjaga dan memeperhatikan. Kejelasan dan keruntutan pesan, daya tarik, image yang berubah-ubah, penggunaan efek khusus yang dapat menimbulkan keingintahuan menyebabkan siswa tertawa dan berpikir.
Jawaban untuk nomor 2 Media berasal dari bahasa latin yaitu medium yang berarti perantara. Maksudnya adalah bahwa media merupakan perantara yang menyampaikan isi pesan kepada penerima pesan dari pemberi pesan. Media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan minat serta perhatian siswa sedemikian rupa sehingga proses belajar mengajar terjadi.
BalasHapusDalam memilih media adapun hal yang harus diperhatikan adalah:
· What ( apa) yaitu apa media yang digunakan dalam pembelajaran? Media yang digunakan dalam pembelajaran hendaknya dapat menyampaikan isi pesan yang ingin disampaikan kepada siswa.
· Who (siapa) yaitu untuk siapa media tersebut digunakan?media yang digunakan hendaknya dapat dikuasai oleh guru yang menggunakannya karena tanpa penguasaan dari guru tersebut dalam menggunakan media tidak bisa menjamin isi pesan akan sampai kepada orang yang dituju apakah anak-anak,orang remaja atau dewasa.
· Where (dimana) yaitu dimana media ini akan diterapkan? Hal ini juga harus diperhatikan karena tidak semua media dapat diterapkan di setiap tempat. Apabila tempat tersebut dapat mendukung penggunaan media maka media bisa digunakan tetapi sebaliknya apabila tempat tersebut tidak mendukung maka media tersebut tidak dapat diterapkan di temapat tersebut.
· When (kapan) yaitu kapan media itu dapat digunakan? Pengunaan media juga tergantung waktunya apabila dalam pembelajaran tersebut membutuhkan media maka dapat digunakan medianya karena sebagian pembelajaran membutuhkan media untuk menunjang pembelajaran dan tujuan pembelajaran dapat tercapai.
· Why (mengapa) yaitu mengapa media tersebut perlu digunakan? Dalam pembelajaran tidak semua media dapat berhasil membantu guru dalam menyampaikan isi pembelajaran. Oleh karena itu seorang guru harus memahami mengapa dia harus menggunakan media tersebut dalam pembelajaran.
· How (bagaimana) yaitu bagaimanakah penggunaan media tersebut? Seorang guru juga harus tahu bagaimana menggunakan media sehingga pada saat menggunakan media tersebut tidak terdapat kejanggalan atau guru tersebut kebingungan dan tujuan pembelajaran tidak dapat tercapai.jadi sebenarnya menurut saya media bukan saja harus menarik tetapi media itu digunakan bagaimana pesan yang disampaikan itu bisa diterima oleh penerima pesan
2. Tentu saja media harus memiliki desain yang menarik, kalau tidak, maka siswa kita tidak akan tertarik dengan apa yang kita ajarkan. Namun. Hrus dilihat dlu, desain yang menarik itu yang bagaimana, karena, dalam pembuatan media di usahakan untuk tidak memasukkan hal hal yang tidak berguna.
BalasHapusSaya akan mencoba menjawab permasalahan no 2
BalasHapusMedia pembelajaran harud didesain dengan menarik agar siswa tertarik untuk memperhatikan penjelasan guru. Namun dalam membuat desain yang menarik jangan memasukkan hal yang akan membuat siswa menjadi bingung, misalnya gambaar video atau animasi yang digunakan harus yang mendukung penjelasan materi. Kemudian tampilan earna nya juga disesuaikan jika tulisan gelap dan latar nya juga gelap tentu akan membuat siswa menjadi sulit dalam membaca dan memahami multimedia yang digunakan
Mengapa jarak layar media pembelajaran dengan siswa mempengaruhi Keefektifian media pembelajaran..karna jika siswa yang dudk dekat dengan layar dia akan paham dan melihat denfan jelas..jedalngkan siswa yang jaraknya jauh dengan layar merka kurang jelas menlitahat nya jadi mereka kurang memahami materi yang diberikan
BalasHapusKarena desain yang menarik akan membuat siswa fokus terhadap apa yang diajarkan guru/materi dan siswa dapat memahami lebih cepat dan yang paling penting siswa tidak cepat bosan
BalasHapusKarena desain yang menarik akan membuat siswa fokus terhadap apa yang diajarkan guru/materi dan siswa dapat memahami lebih cepat dan yang paling penting siswa tidak cepat bosan
BalasHapusKarena desain yang menarik akan membuat siswa fokus terhadap apa yang diajarkan guru/materi dan siswa dapat memahami lebih cepat dan yang paling penting siswa tidak cepat bosan
BalasHapusSaya akan menjawab permasalahan yang kedua
BalasHapusmedia dapat merangsang perhatian siswa sehingga media pembelajaran harus dibuat menarik karena media dapat di asosiasikan sebagai penarik perhatian dan membuat siswa tetap terjaga dan memeperhatikan. Kejelasan dan keruntutan pesan, daya tarik dari guru.cara belajar menarik dari guru.
Saya akan menjawab permasalahan yang kedua menurut saya media disajikan dalam bentuk yang menarik supaya menarik minat belajar siswa. Tetapi di sini guru jangan sampai membuat media yang terlalu banyak menggunakan animasi atau video-video yang tidak berkenaan dengan materi yang akan di ajarkannya. Karena nantinya siswa tidak dapat memahami isi dari materi malah fokus pada gambar atau animasinya saja.
BalasHapussaya akan mencoba menjawab permasalahan no 2 , menurut saya jjika media yang dilengkapi dengan desain yang baik mungkin akan meningkatkan minat dari seorang siswa untuk belajar .dan tidak membuat siswanya bosan
BalasHapuspemilihan media seyogyanya tidak terlepas dari konteksnya bahwa media merupakan komponen dari sistem instruksional secara keseluruhan.Karena itu, meskipun tujuan dan isinya sudah diketahui, faktor-faktor lain seperti karakteristik siswa, strategi belajar-mengajar, organisasi kelompok belajar , alokasi waktu dan sumber, serta prosedur penilaiannya juga perlu dipertimbangkan. Dalam hubungan ini Dick dan Carey menyebutkan bahwa di samping kesesuaian dengan tujuan perilaku belajarnya setidaknya masih ada empat faktor lagi yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan media.
BalasHapus