E-learning dalam Pembelajaran Kimia


Mengapa e-learning?

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) sangat berpotensi un-tuk
mendukung revolusi pembelajaran, dengan enam dimensi kunci (JISC, 2004: 7):
  1.  Konektivitas: akses informasi secara global;
  2.  Fleksibilitas: belajar dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja;
  3.  Interaktivitas: interaksi antara pelajar dan materi pelajaran serta lingkungan belajar maupun  sumber belajar dapat dilakukan seketika dan secara langsung;
  4. Kolaborasi: penggunaan fasilitas komunikasi dan diskusi online mendukung pembelajarankolaboratif di luar kelas;
  5.  Memperluas kesempatan: materi e-learning dapat memperkaya dan memperluas materi pembelajaran tatap muka; dan
  6.  Motivasi: pemakaian multimedia dapat membuat suasana belajar menyenangkan.

Selain itu, seperti disebutkan di dalam buku panduan “Effective Practice with e-Learning”
oleh The Joint Information Systems Committee (JISC) Inggris, terdapat beberapa keuntungan
TIK bagi para praktisi di dalam melacak dan memantau kemajuan belajar siswa. Salah satu
bentuk pemanfaatan TIK dalam pembelajaran adalah e-learning.

Menurut Panduan E-Learning Efektif dari JISC tersebut (JISC, 2004: 10), e-learning didefinisikan
sebagai belajar yang didukung dengan pemanfaatan teknologi informasi dan
komunikasi, dan dapat melibatkan penggunaan beberapa atau semua teknologi: komputer
dekstop/laptop, software (termasuk software bantu), papan tulis interaktif, kamera digital,
peralatan mobil dan nirkabel (termasuk telpon genggam), peralatan komunikasi elektronik
(termasuk email, papan diskusi, fasilitas chatting, dan konferensi video, telekonferensi), lingkungan
belajar maya (VLE, virtual learning environment), dan sistem manajemen aktivitas
pembelajaran (CMS, course management system; LMS, learning management system). Bagi kalangan
awam, istilah e-learning secara lebih sempit diartikan pembelajaran berbasis Web (online)
dengan menggunakan jaringan komputer (baik intranet maupun Internet) sebagai media
deliveri materi dan media komunikasi

Bagaimana pembelajaran Kimia berbasis e-learning?

 Sesuai dengan pengertian awam, e-learning yang dimaksudkan di sini adalah suatu pembelajaran
yang menggunakan jaringan komputer (intranet/Internet) dengan dukungan teknologi
Web sebagai media deliveri materi dan komunikasi. Sistem pembelajaran ini dapat digunakan
sebagai pendukung kegiatan belajar mengajar tatap muka maupun digunakan sebagai bentuk
pembelajaran mandiri.

 Secara garis besar, teknis pelaksanaan e-learning dapat dilakukan dengan dua cara, yakni:
(1) hanya menggunakan media Web biasa, dan (2) menggunakan software khusus e-learning
berbasis Web yang sering disebut dengan istilah learning management system (LMS). Pada cara
pertama, materi-materi pembelajaran disajikan pada sebuah situs Web. Siapapun dapat mengakses
materi secara bebas atau dibatasi dengan password (seperti model langganan majalah/
jurnal). Komunikasi bisanya dilakukan menggunakan e-mail atau forum diskusi khusus.
Dalam hal ini biasanya tidak terdapat fasilitas portofolio, sehingga dosen tidak memiliki informasi
siapa yang telah mengakses materi tertentu dan kapan akses dilakukan. Yang diperlukan
untuk menggunakan pendekatan ini hanyalah sebuah server Web.

Pada cara kedua, selain diperlukan server Web juga diperlukan sebuah software (LMS)
yang berfungsi untuk mengelola e-learning. Software (sistem) LMS biasanya mempunyai fasili tas-fasilitas yang berfungsi untuk (1) administrasi mahasiswa, (2) penyajian materi, (3) komunikasi,
(4) pencatatan (portofolio), (5) evaluasi, bahkan (6) pengembangan materi. Berbeda dengan
akses ke Web biasa, akses ke LMS biasanya memerlukan nama user dan password, dan biasanya
hanya dosen dan mahasiswa yang terdaftar yang dapat melakukannya. Sistem LMS
akan mencatat semua aktivitas yang dilakukan mahasiswa selama mereka masuk ke dalam sistem
e-learning. Gambar 3 menyajikan diagram arsitektur sistem e-learning berbasis LMS
(diadopsi dari Kojhani, 2004).

Di Internet terdapat banyak situs e-learning tentang polimer, namun tidak setiap sistem elearning
dapat diakses secara bebas, khususnya yang menggunakan LMS. Situs e-learning yang
dapat diakses secara bebas adalah e-learning dengan Web biasa. Contoh-contoh e-learning beri11
kut adalah contoh-contoh Web biasa yang menyediakan sumber-sumber belajar tentang
polimer. Beberapa di antaranya sangat menarik dan cocok untuk semua kalangan, baik anak SD
maupun mahasiswa.

Permasalahan

  1. bagaimana  tanggapan anda tentang kelas kelas online seperti zenius, brainly, kelaskita.com. dan yalain sebagaina dalam proses belajar 
  2. Manakah yang lebih efektif pembelajaran tatap muka atau e-learning?
E-learning dalam Pembelajaran Kimia E-learning dalam Pembelajaran Kimia Reviewed by Aldi Jonata on April 22, 2018 Rating: 5

12 komentar:

  1. Jawaban permasalahan nomor 2
    Nedelko (2008), menyatakan ada tiga jenis format penerapan e-learning, yaitu:
    a. Web Supported e-learning, yaitu pembelajaran tetap dilakukan secara tatap muka dan didukung dengan penggunaan website yang berisi rangkuman tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, tugas, dan tes singkat
    b. Blended or mixed mode e-learning, yaitu sebagaian proses pembelajaran dilakukan secara tatap muka dan sebagian lagi dilakukan secara online
    c. Fully online e-learning format, yaitu seluruh proses pembelajaran dilakukan secara online termasuk tatap muka antara pendidik dan peserta didik juga dilakukan secara online yaitu dengan menggunakan teleconference.

    Dari tiga format diatas diketahui bahwa e-learning bukan berarti tidak tatap muka, namun menurut saya lebih baik tetap ada tatap muka karena pengawasan dalam pembelajaran tanpa tatap muka sulit untuk dikontrol. Meskipun berbagai model e-learning telah banyak dikembangkan, namun pembelajaran melalui kelas masih dianggap yang terbaik.

    BalasHapus
  2. Saya akan mencoba permasalahan yang nomor 1.
    Dari pengalaman yang saya alami, adanya kelas online seperti zenius, brainly, kelaskita.com cukup bermanfaat dalam proses belajar. Namun, kita harus pandai memilih mana saja kelas online yang tepat untuk digunakan karena ada salah satu kelas online yang jawabannya kurang lengkap atau bahkan tanpa acuan yang jelas. Jadi dapat disimpulkan bahwa kelas online akan bermanfaat bila kita bijak dalam memilih kelas online yang tepat.

    BalasHapus
  3. 2. Menurut saya, lebih efektif tatap muka dibandingkan dengan elearning. Elearning ini hanya jalan keluar jika oembelajaran secara langsung tidak dapat dilakukan. Maka ada elearning yang menggantikan nya, sehingga proses pembelajran tetap bisa berlangsung.

    BalasHapus
  4. Saya akan mencoba menjawab permasalahan no 2
    Menurut saya belajar lewat tatap muka dan e-learning sama-sama efektif jika guru dan siswanya bisa mengatur kondisi. Namun akan lebih aik lagi jika dilakukan keduanya dalam proses belajar mengajar. Dimana nantinya siswa akan mempunyai waktu belajar yang lebih banyak tidak hanya disekolah tetapi juga dirumah

    BalasHapus
  5. Manakah yang lebih efektif pembelajaran tatap muka atau e-learning..menurut saya kedua nya memiliki kelemahan dan kelebihan sendiri..jadi itu kembalikan kepada guru nya saya ingin memerapkan pembelajaran secara tatap muka atau dengan e learning

    BalasHapus
  6. Menurut saya lebih efektif tatap muka dari pada elearning, karena pada pembelajaran tatap muka guru bisa mengawasi siswanya apakah anak telah mengerti atau belum dengan materi yang diajarkan

    BalasHapus
  7. Menurut saya lebih efektif tatap muka dari pada elearning, karena pada pembelajaran tatap muka guru bisa mengawasi siswanya apakah anak telah mengerti atau belum dengan materi yang diajarkan

    BalasHapus
  8. Menurut saya lebih efektif tatap muka dari pada elearning, karena pada pembelajaran tatap muka guru bisa mengawasi siswanya apakah anak telah mengerti atau belum dengan materi yang diajarkan

    BalasHapus
  9. Menurut saya pembelajaran yang lebih efektif adalah pembelajaran tatap muka. Karena guru langsung mengetahui bagaimana karakter dan pengetahuan anak didiknya. Sebenarnya elearnning juga bagus namun kirang efisien

    BalasHapus
  10. Menurut pendapat saya lebih efektif tatap muka karena dari tatap muka kita langsung bisa menilai dan mengetahui pengetahuan siswa tersebut. Di bandingkan dengan E-learning

    BalasHapus
  11. Saya akan mencoba menjawab permasalahan yang kedua. Menurut saya lebih efektif tatap muka dari pada e-learning ini. Karena kalau tatap muka kita bisa melohat perkembangan peserta didik. Tetapi kalau e-leaening susah untuk melakukan evaluasi terhadap peserta didik.

    BalasHapus
  12. Teori pemrosesan informasi bermula dari asumsi bahwa pembelajaran merupakan faktor yang sangat penting dalam perkembangan. Perkembangan salah satu hasil kumulatif dari pembelajaran. Menurut teori ini, belajar merupakan proses mengelola informasi, namun teori ini menganggap sisitem informasi yang diproses yang nantinya akan dipelajari siswa adalah yang lebih penting. Karena informasi inilah yang akan menentukan proses dan bagaimana proses belajar akan berlangsung akan sangat oleh sistem informasi yang dipelajari.
    Pemrosesan informasi itu sendiri secara sederhana dapat diartikan suatu proses yang terjadi pada peserta didik untuk mengolah informasi, memonitornya, dan menyusun strategi berkenaan dengan informasi tersebut dengan inti pendekatannya lebih kepada proses memori dan cara berpikir. Dalam teori pemrosesan informasi, terdapat beberapa model mengajar yang akan mendorong pengembangan pengetahuan dalam diri siswa dalam hal mengendalikan stimulus yaitu mengumpulkan dan mengorganisasikan data, menyadari dan memecahkan masalah, mengembangkan konsep sehingga mampu menggunakan lambang verbal dan non verbal dalam penyampaiannya. Bahkan orientasi utama pada modelnya mengarah kepada kemampuan siswa dalam mengolah, menguasai informasi sehingga dapat memperbaiki kesalahan-kesalahan yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan yang akan didapatkannya.

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.